Melihat Lautan serta Mendaki Gunung Anak Krakatau

posted on 26 Sep 2015 16:55 by mrgayahidupbaru
Di terminal Pedalaman Rambutan, terlihat kaum pemuda-pemudi dengan tas punggung warna-warni hanyut bercengkerama. Salah satunya ialah saya. Kami merindukan bus malam dengan akan membawa aku ke pelabuhan Merak. Tujuan liburan aku kali ini adalah Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda.

Masih banyak secara menyebutnya sebagai open trip gunung krakatau, padahal Krakatau sudah meletus secara hebatnya pada tahun 1883 hingga menghilangkan nyawa kurang lebih 36. 000 jiwa. Saat tersebut, seluruh dunia diselimuti suasana yang kurang cahaya dan mencekam. Titah letusannya terdengar hingga 4600 kilometer jauhnya, semburan debu vulkaniknya mencapai 80 meter dan muntahan kerakal vulkaniknya berhamburan di Sri Lanka, India, Pakistan, Australia & Selandia Baru.

Dari segi sejarawan, Gunung Krakatau pun masih punya "ibu" yaitu Gunung Krakatau Purba (Gunung Batuwara) yang pada meletus memisahkan pulau Jawa dan Sumatera. Tepi-tepi kawah Krakatau Purba dikenal secara Pulau Rakata, Darat Panjang dan Darat Sertung.

Kami pergi menuju pelabuhan Merak dari terminal Pedalaman Rambutan dengan memanjat bus yang ongkosnya 17. 000 rupiah (sebelum bbm naik) pukul 23. 50 dan tiba ketuk 4. 10 subuh. Tungpeng selaku penuntun rombongan langsung mengantarkan kami semua ke loket kapal ASDP dan menyeberang di Bakauheuni, Lampung.

Selama masa 2, 5 jam perjalanan laut, kita hanya duduk bercengkerama di dek kulit sambil makan cemilan dan menikmati hembusan angin laut. Saking asyiknya, tidak berasa langit sudah tegas dan tahu-tahu bahtera sudah tiba dalam Lampung.



Turun atas kapal, kami sinambung mencari angkot buat disewa ke sandaran Canti, tempat dimana kami akan dijemput oleh kapal kayu mengeksplor kawasan Anak Krakatau. Karena lapar, kami sempat berhenti di tengah-tengah prosesi untuk makan awal di sebuah warung nasi dan lanjut jalan lagi.

Matahari belum tinggi saat kami tiba dalam dermaga Canti. Jam menunjukkan pukul tujuh. 40. Terlihat kapal kayu yang aku sewa sudah menuntut.

Harga sewa kulit kayu ini lebih kurang 2-2. 5 juta per kapal beserta maksimal penumpang 20 orang. Ketika diberitahu bahwa nanti pada perjalanan menuju Daratan Sebesi (tempat aku menginap) kami mau snorkeling di kerajaan Pulau Sebuku, segenap langsung bergegas di kamar mandi serta berganti baju renang. Sehingga ketika kami sampai di Sebuku, semuanya siap nyebuuuuuurrrr....

Berpapasan dengan masyarakat lokal yang lumayan menyeberang dari Sebesi menuju Dermaga Canti. Motor juga diangkutnya pakai kapal terkait. Saking ramahnya itu melambaikan tangan.

Kenyang bermain air dalam Sebuku yang biru, kapal bertolak menunjukkan pulau Sebesi. Kami langsung diantarkan ke guest house milik Pemerintah daerah serta dibagi dua lajur, perempuan dan cowok. Satu kamar mampu menampung 10-20 orang-orang dengan tarif 200 ribu per silam. Kalau musim liburan, rumah-rumah penduduk saja disewakan untuk wisatawan. Oh ya, listrik hanya hidup dibanding jam 06. 00 sore hingga 00. 00 WIB.

Melihat Lautan juga Mendaki Gunung Anak Krakatau

posted on 26 Sep 2015 16:47 by mrgayahidupbaru
Di terminal Pedalaman Rambutan, terlihat sejumlah pemuda-pemudi dengan tas punggung warna-warni suka bercengkerama. Salah satunya adalah saya. Kami menunggu bus malam dengan akan membawa kami ke pelabuhan Merak. Tujuan liburan kita kali ini adalah Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda.

Masih banyak yang menyebutnya sebagai open trip gunung krakatau, padahal Krakatau sudah meletus secara hebatnya pada tahun 1883 hingga menewaskan kurang lebih 36. 000 jiwa. Saat tersebut, seluruh dunia diselimuti suasana yang saru dan mencekam. Taklimat letusannya terdengar muncul 4600 kilometer jauhnya, semburan debu vulkaniknya mencapai 80 meter dan muntahan batu vulkaniknya berhamburan ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia serta Selandia Baru.

Menurut sejarawan, Gunung Krakatau pun masih memiliki "ibu" yaitu Gunung Krakatau Purba (Gunung Batuwara) yang tatkala meletus memisahkan daratan Jawa dan Sumatera. Tepi-tepi kawah Krakatau Purba dikenal secara Pulau Rakata, Daratan Panjang dan Darat Sertung.



Kami berangkat menuju pelabuhan Merak dari terminal Pedalaman Rambutan dengan memanjat bus yang ongkosnya 17. 000 rupiah (sebelum bbm naik) pukul 23. 50 dan tiba ketuk 4. 10 subuh. Tungpeng selaku kepala rombongan langsung menghabiskan kami semua di loket kapal ASDP dan menyeberang di Bakauheuni, Lampung.

Tengah 2, 5 weker perjalanan laut, kami hanya duduk berolok-olok di dek bahtera sambil makan cemilan dan menikmati hembusan angin laut. Saking asyiknya, tidak berasa langit sudah nyata dan tahu-tahu kulit sudah tiba di Lampung.

Turun atas kapal, kami tepat mencari angkot guna disewa ke cerocok Canti, tempat yang mana kami akan dijemput oleh kapal tiang mengeksplor kawasan Anak Krakatau. Karena lapar, kami sempat habis di tengah-tengah perjalanan untuk makan pagi di sebuah warung nasi dan liat jalan lagi.

Matahari belum tinggi begitu kami tiba dalam dermaga Canti. Jam menunjukkan pukul tujuh. 40. Terlihat kapal kayu yang aku sewa sudah menuntut.

Harga sewa bahtera kayu ini kira-kira 2-2. 5 juta per kapal dengan maksimal penumpang 20 orang. Ketika diberitahu bahwa nanti di perjalanan menuju Pulau Sebesi (tempat kami menginap) kami dengan snorkeling di wilayah Pulau Sebuku, semata langsung bergegas di kamar mandi serta berganti baju renang. Sehingga ketika kami sampai di Sebuku, semuanya siap nyebuuuuuurrrr....

Berpapasan dengan warga lokal yang selagi menyeberang dari Sebesi menuju Dermaga Canti. Motor juga diangkutnya pakai kapal terkait. Saking ramahnya tersebut melambaikan tangan.

Kenyang bermain air pada Sebuku yang biru, kapal bertolak menunjukkan pulau Sebesi. Aku langsung diantarkan di guest house milik Pemerintah daerah & dibagi dua bulan, perempuan dan laki-laki. Satu kamar bisa menampung 10-20 orang2 dengan tarif 200 ribu per malam. Kalau musim perlop, rumah-rumah penduduk pula disewakan untuk wisatawan. Oh ya, listrik hanya hidup dari jam 06. 00 sore hingga 00. 00 WIB.

Trik Wisata di Pulau Pahawang

posted on 26 Sep 2015 15:59 by mrgayahidupbaru
Kali ini beta akan berbagi hal tips untuk kalian yang ingin berwisata ke Pulau Pahawang maupun Pulau sekitarnya dengan nyaman serta aman.

Tips untuk melakukan perjalanan di pulau Pahawang / sekitarnya:

1. Jika Anda ingin berpelesir pada hari vakansi ataupun weekend, hubungilah penyedia jasa kapal terlebih dahulu untuk mem-booking. Jika bukan dilakukan maka jangan kecewa ketika Engkau sampai dermaga Ketapang, kapal sudah termanfaatkan semua, atau sangu untuk snorkling sudah biasa habis dan Kamu harus mengganti destinasi wisata kalian, kiranya direkomendasikan untuk ke Pantai Sari Ringgung, Pasir Timbul, Pulau Tegal, Pantai Klara, ataupun Pantai Mutun.

2. Jika Dikau hanya melakukan trip pulau pahawang selama satu tarikh tanpa menginap, usahakan sampai dermaga pukul 08. 00 WIB paling siang, pasalnya untuk menuju Pulau pulau terdekat laksana Kelagian waktu sekitar 15 menit, guna menuju Pahawang 45 mnt, Tanjung Putus 100 menit, Legundi 180 menit. Anda bisa memperkirakan seorang diri berapa waktu dengan terbuang perjalanan, dan berapa waktu dengan terpakai untuk pesiar.

3. Rekomendasi buat Anda yang tidak menginap, lebih baik penerbangan Anda dibuat dgn route, Tanjung Tamat, Pahawang, dan Kelagian (sekaligus pulang), tetapi itu memakan waktu perjalanan yang cukup, jika ingin menikmati Pulau dan Pantai secara santai direkomendasikan untuk menuju di Pahawang saja.

4. Siapkan bekal prosesi dari rumah, mau pun dari jalan, bila sudah sampai cerocok Ketapang makanan akur cuma sekedarnya sekadar, makanan ringan juga sedikit, jadi lebih elok siapkan saja atas rumah maupun mulai jalan.

5. Bahwa Anda baru perdana wisata ke Pulau-pulau tersebut direkomendasikan untuk mengajak teman secara sudah berpengalaman biar waktu Anda tak sia-sia. Jika tiada teman yang berilmu lebih baik pergi bersama pihak yang mengadakan OPEN TRIP menuju wisata itu, keuntungan jika mempergunakan jasa orang dengan berpengalaman adalah dapat membantu menyusun buku catatan perjalanan agar sehat waktu, dapat memikirkan biaya yang terang untuk setiap jadwal yang Anda inginkan, oleh karena itu uang tinggal angkat secukupnya saja daripada rumah, tidak mesti repot mem-booking bahtera ataupun memesan perlengkapan snorkling dan life jaket, Anda tinggal berangkat dan segala sudah disiapkan.



Sekian Tips nyaman wisata ke Pulau Pahawang dan sekitarnya daripada saya, semoga siap membantu para travellovers yang ingin berpelesir namun masih debil arah.